Mengapa Menarik Nafas yang Dalam (Deep Inhale) Melegakan?

Nov 28, 2013 by

Mengapa Menarik Nafas yang Dalam (Deep Inhale) Melegakan?

Oleh: Henny Klok

Menarik nafas yang dalam saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, stres, dan kondisi tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi sebuah “pelepasan” yang sangat melegakan (meski terkadang hanya untuk sesaat). Bagaimana menjelaskan fenomena ini?

Para peneliti dari Katholieke Universiteit Leuven (K.U. Leuven) di kota Leuven, Belgia telah meneliti fenomena ini. Hasil dari penelitian tersebut menjelaskan bahwa menarik nafas yang dalam dapat diibaratkan sebagai “tombol reset” dalam sistem pernafasan manusia. Mereka menjelaskan lebih lanjut bahwa sistem pernafasan manusia sangatlah flexibel: seberapa cepat, dalam, atau lambat seseorang bernafas sangat bergantung pada kondisi fisik dan psikis dari orang tersebut.

Mereka yang berada dalam suasana tegang, tertekan, atau stres membutuhkan oksigen yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang sedang menonton tv atau mendengarkan musik. Suasana tegang, stres, dan tertekan menjadikan sistem pernafasan seorang manusia sangat tidak stabil yang mengakibatkan sirkulasi udara di dalam tubuh orang tersebut menjadi sangat tidak merata.

Menarik nafas yang dalam dapat mengembalikan kedinamisan dari keseluruhan sistem pernafasan seorang manusia. Fakta inilah yang menyebabkan para peneliti mengibaratkan aktifitas menarik nafas yang dalam sebagai “tombol reset” dalam sistem pernafasan manusia.

Menarik nafas yang dalam dapat mengembalikan keseimbangan ritme pernafasan dan kemudian mengendorkan otot-otot yang menegang. Lebih lanjut, para peneliti tersebut menjelaskan bahwa bernafas secara biasa dalam keadaan yang cukup lama dapat menyebakan paru-paru menjadi stagnan dan apabila ini terjadi, maka sistem pernafasan menjadi sangat tidak efisien.

Jadi, menarik nafas yang dalam dapat mengembalikan kesupelan paru-paru, dan diiringi dengan jumlah oksigen yang lebih banyak dapat mengendorkan otot-otot yang tadinya menegang.  Hal ini kemudian dapat mengembalikan perasaan nyaman untuk manusia.

Sumber: Quest, edisi Desember 2013

404